Laman

Selasa, 07 Februari 2012

KARYA SASTRA



KARYA SASTRA
PUISI, PROSA, DRAMA


Kita Belajar Apa?
By, meetnangalere
Bahasa merupakan  alat  yang sanga urgent dalam siklus kehidupan yang senantiasa berputar, dan terkadang perputarannya  tidak searah dengan arah langkah kita... hal ini merupakan suatu permasalahan yang teramat sangat krusial. lantas apakah langkah solutif yang harus kita geluti agar  kita dapat terbebas dari segala problem? "Belajar".

Mari kita belajar... !, Belajar apa? saya ingin belajar berdagang, kerena saya ingin jadi pedagang.  deretan percakapan yang sperti ini terlampau sering hadir dalanm indera dengar kita... 
Belajar teramat luas maknanya. terlampau banyak aspek pengetahuan yang harus kita selami. sesungguhnya belajar itu adalah membaca, membaca segala hal yang terpampang... sebagaimana syang khalik menuturkan: Iqra' (Bacalah), inilah langkah awal yang harus kita lakukan agar kita bisa menjadi apa yang kita inginkan.

Apakah "Baca" yang dimaksudkan disini? Membaca Buku-buku dan sejenis lainya.. jangan lah kita mendefinisikan "baca" adalah membaca buku yang tertulis... yang hanya sekedar menggunakan alat ucap. namun kita harus membaca dengan sagala indera kita.

Kenyataannya terlampau banyak sosok  sukses yang tidak mengeyam dunia pendidikan/buta huruf(tidak bisa membaca buku) namun mereka bisa lebih baik dan berhasil. Mengapa demikian? karena pada hakiaktnya, untuk mendapatkan pengetahuan itu sangat komplek. 

Marilah menatap alam dan membacanya dengan segala indera kita, Karena inilah hakikat belajar yang sesungguhnya.




NIKMATI SUGUHAN PENUH MAKNA
BAGAIMANA MEMBACA...?,BAGAIMANA MENYIMAK...?, BAGAIMANA MENULIS...?

PUISI MERUPAKAN:
                 Deretan diksi  penuh makna,,, 
         Terkulai rasa kala menatap,,, 
         Tersanjunng diri kala bersanding,,,
                 Deretan luka duka wadah berkaca,,,


       Semaikan......! segala modal khasanah



Senin, 06 Februari 2012

SPIRITUAL ISLAMIC

BAHAN
 BACAAN RELIGIUS KISAH-KISAH ISLAM
KISAH ISTRIRASULULLAH
Zainab binti Jahsy -radhiallaahu 'anha

Dia adalah Ummul mukminin, Zainab binti Jahsy bin Rabab bin Ya'mar. Ibu beliau bernama Ummyah Binti Muthallib, Paman dari paman Rasulullah Shallallhu 'alaihi wa sallam . Pada mulanya nama beliau adalah Barra', namun tatkala diperistri oleh Rasulullah, beliau diganti namanya dengan Zainab. 

Tatkala Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melamarnya untuk budak beliau yakni Zaid bin Haritsah (kekasih Rasulullah dan anak angkatnya), maka Zainab dan juga keluarganya tidak berkenan. Rasulullah bersabda kepada Zainab, "Aku rela Zaid menjadi suamimu". Maka Zainab berkata: "Wahai Rasulullah akan tetapi aku tidak berkenan jika dia menjadi suamiku, aku adalah wanita terpandang pada kaumku dan putri pamanmu, maka aku tidak mau melaksanakannya. Maka turunlah firman Allah (artinya): "Dan Tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan-urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". (Al-Ahzab:36). 

Akhirnya Zainab mau menikah dengan Zaid karena ta'at kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, konsekuen dengan landasan Islam yaitu tidak ada kelebihan antara orang yang satu dengan orang yang lain melainkan dengan takwa. 

Akan tetapi kehidupan rumah tangga tersebut tidak harmonis, ketidakcocokan mewarnai rumah tangga yang terwujud karena perintah Allah yang bertujuan untuk menghapus kebiasaan-kebiasaan dan hukum-hukum jahiliyah dalam perkawinan. 

Tatkala Zaid merasakan betapa sulitnya hidup berdampingan dengan Zainab, beliau mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengadukan problem yang dihadapi dengan memohon izin kepada Rasulullah untuk menceraikannya. Namun beliau bersabda: "Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah". 

Padahal beliau mengetahui betul bahwa perceraian pasti terjadi dan Allah kelak akan memerintahkan kepada beliau untuk menikahi Zainab untuk merombak kebiasaan jahiliyah yang mengharamkan menikahi istri Zaid sebagaimana anak kandung. Hanya saja Rasulullah tidak memberitahukan kepadanya ataupun kepada yang lain sebagaimana tuntunan Syar'i karena beliau khawatir, manusia lebih-lebih orang-orang musyrik, akan berkata bahwa Muhammad menikahi bekas istri anaknya. Maka Allah 'Azza wajalla menurunkan ayat-Nya: "Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya:"Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih kamu takuti. Maka tatkala Zaid yang telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk mengawini ( istri-istri anak-anak angkat itu ) apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi". (Al-Ahzab:37). 

Al-Waqidiy dan yang lain menyebutkan bahwa ayat ini turun manakala Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbincang-bincang dengan 'Aisyah tiba-tiba beliau pingsan. Setelah bangun, beliau tersenyum seraya bersabda:"Siapakah yang hendak memberikan kabar gembira kepada Zainab?", Kemudian beliau membaca ayat tersebut. Maka berangkatlah seorang pemberi kabar gembira kepada Zainab untuk memberikan kabar kepadanya, ada yang mengatakan bahwa Salma pembantu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang membawa kabar gembira tersebut. Ada pula yang mengatakan bahwa yang membawa kabar gembira tersebut adalah Zaid sendiri. Ketika itu, beliau langsung membuang apa yang ada di tangannya kemudian sujud syukur kepada Allah. 

Begitulah, Allah Subhanahu menikahi Zainab radliallahu 'anha dengan Nabi-Nya melalui ayat-Nya tanpa wali dan tanpa saksi sehingga ini menjadi kebanggaan Zainab dihadapan Ummahatul Mukminin yang lain. Beliau berkata:"Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian akan tetapi aku dinikahkan oleh Allah dari atas 'Arsy-Nya". Dan dalam riwayat lain,"Allah telah menikahkanku di langit". Dalam riwayat lain,"Allah menikahkan ku dari langit yang ketujuh". Dan dalam sebagian riwayat lain,"Aku labih mulia dari kalian dalam hal wali dan yang paling mulia dalam hal wakil; kalian dinikahkan oleh orang tua kalian sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari langit yang ketujuh". 

Zainab radliallahu 'anha adalah seorang wanita shalihah, bertakwa dan tulus imannya, hal itu ditanyakan sendiri oleh sayyidah 'Aisyah radliallahu 'anha tatkala berkata:"Aku tidak lihat seorangpun yang lebih baik diennya dari Zainab, lebih bertakwa kepada Allah dan paling jujur perkataannya, paling banyak menyambung silaturrahmi dan paling banyak shadaqah, paling bersungguh-sungguh dalam beramal dengan jalan shadaqah dan taqarrub kepada Allah 'Azza wa Jalla". 

Beliau radliallahu 'anha adalah seorang wanita yang mulia dan baik. Beliau bekerja dengan kedua tangannya, beliau menyamak kulit dan menyedekahkannya di jalan Allah, yakni beliau bagi-bagikan kepada orang-orang miskin. Tatkala 'Aisyah mendengar berita wafatnya Zainab, beliau berkata:"Telah pergi wanita yang mulia dan rajin beribadah, menyantuni para yatim dan para janda". Kemudian beliau berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada para istrinya: 'Orang yang paling cepat menyusulku diantara kalian adalah yang paling panjang tangannyaa' ". 

Maka apabila kami berkumpul sepeninggal beliau, kami mengukur tangan kami di dinding untuk mengetahui siapakah yang paling panjang tangannya di antara kami. Hal itu kami lakukan terus hingga wafatnya Zainab binti Jahsy, kami tidak mendapatkan yang paling panjang tangannya di antara kami. Maka ketika itu barulah kami mengetahui bahwa yang di maksud dengan panjang tangan adalah sedekah. Adapun Zainab bekerja dengan tangannya menyamak kulit kemudian dia sedekahkan di jalan Allah. 

Ajal menjemput beliau pada tahun 20 hijriyah pada saat berumur 53 tahun. Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab turut menyalatkan beliau. Penduduk Madinah turut mengantar jenazah Ummul Mukminin, Zainab binti Jahsy hingga ke Baqi'. Beliau adalah istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang pertama kali wafat setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, semoga Allah merahmati wanita yang paling mulia dalam hal wali dan wakil, dan yang paling panjang tangannya. 


DOWNLOAD FILE-FILE KISAH ISLAMI



Minggu, 05 Februari 2012

PUISI


Awal Akhir
                                                              Meet nangalere 27/4/2011

Ini awal
Hadirkan senyum duka

Ini akhir
Hadirkan tangis lara

Masa hampa kala nguak
Masa rancu kala dengkur

 Masa riak kala mimpi
Campur suka ampur duka
Campur suka campur lara

Masa senyum kala geliat
Penuh tanya penuh malu
Penuh  gundah penuh harap

Cemas gelayut kecemasan
 Rinding gelayut kerindingan
Rintih gelayut rintihan

Tatapan tiada berujung
Harapan tiada berarah

Apa harus merangkak
Apa harus berlari
Apa harus mematung

Agar mimpi jadi nyata
Agar miris jadi tawa
Agar misteri jadi tragedi

Berserah jalan awal
Berserah jalan akhir

Ikhtiarkan rasa
Ikhtiarkan semua
               
Moga dapati hidayah  putih
Daripancaran  Nur sang ilahi

                  



       27 April                                 
                                         Meet nangalere ( Bima 27/4/2011)



Duapuluh tujuh
Angka indah penuh nilai
Angka padat luas makna
Angka simpel penuh kenangan

Ini angka hadirkan suka
Ini angka hadirkan ceria
Ini angka sirnakan duka

Senyum mengembang tak berbatas
Karena hati penuh bunga

Bunga-bunga cinta tersirami
Bunga-bunga cinta mulai bersemi

Alam-pun persembahkan senyum
Alam-pun enggan menyapa lirih

Takut sejoli terusik dari mimpi
Takut sejoli terhenti merajuk

Kini sejoli merajuk suka
Tiada keengganan tiada gundah

Kini hati penuh damai
Tiada ragu walau malam berganti siang

Kini cinta makin mekar
Walau cemburu hiasi rasa

                                                                                                             Meetnangalere28/4/2011
Ini masa hadirnya sosok santun
Sederhana penuh mulia
Mahal tapi murah senyum

Senyum mengembang
Hidung menantang
Bibir basah tak berair

Body ramping  Ringan dipangku
Pipi lembut bak lebihi sutera
Alis bak goresan pena

Sungguh sosok sempurna
Mampukah diri rekatkan rasa
Agar abadi jalani hari-hari

Termakasih-terimakasih-terimaksih
Wahai ibu-wahai bapak
Hadirkannya

Terimakasih-terimakasih-terimakasih
Wahai Tuhan wahai pencipta
Ciptakannya

Ijabah diri milikinnya
Ijini diri kawal hidupnya
Hingga jantung tak berdetak







SKRIPSI

KUMPULAN JUDUL SKRIPSI PILIHAN
Dapatkan file skripsi dari bebagai Program Studi
Klik di sini (http//karyaciptameet) Telisuri lewat google seach

JUDUL SKRIPSI : SOSIOLOGI, BAHASA INDONESIA, TEHNIK


  • PERBANDINGAN ANTARA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF TIPE STAD (Student Team Achievement Division) MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN ”KARTU SOAL” DENGAN MODEL PEMBELAJARAN CERAMAH PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI. 

  • TINGKAT KEDISIPLINAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA BUDAYA HIDUP BERSIH TERHADAP LINGKUNGANNYA Studi Kasus Pada Masyarakat 

  • KENDALA-KENDALA DALAM PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN SOSIOLOGI Studi Kasus Pada Guru-Guru Sosiologi    

  • SURVAI TENTANG SISTEM PEMBUATAN JAS PRIA PADA 
    BEBERAPA TAILOR.

  • PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT UNTUK MENEMUKAN IDE POKOK DENGAN TEKNIK SKIPPING AYUNAN VISUAL.

SEMOGA JUDUL SKRIPSI DI ATAS 
DAPAT BERMANFAAT DAN DAPAT DIJADIKAN SEBAGAI BAHAN REFENSI DALAM PENYUSUNAN KARYA ILMIAH SKRIPSI

Skripsi
karyaciptameet
meetblogilmiah  KARYA ILMIAH BOX 
siapa melayani setiap hajatan anda dalam dunia pendiikan

Karya Ilmiah


Gelarku bak Indomie
By meetnangalere
Terlampau sulit menyandang gelar sarjana,master doktor,profesor. semua ini membutuhkan langkah-langkah yang teramat sangat komplek, namun tidak begitu dengan langkah pelaksanaa prosesi pendidikan formal saat ini, yang ;pelaksanaanya bak INDOMIE yang dapat disuguhkan secara instan/siapa saji.
Apabila INDOMIE dibeli dan masak sendiri mungkin lain definisi dan maknanya namun kenyataannya kini kita lebih banyak dan kebanyakan langsung kecapi di arungnya...
Rankaian uraian di  atas merupakan bahasa lain dari suatu realitas kehidupan pendidikan di negara kita ini, yang kesemuanya didapatkan secara instan, Skripsi-skripsi  bagi mahasiswa  bukanlah hal yang sulit dan istimewa, karena semuanya bisa didapat pada warung-warung siap saji.
Bila hal ini merambat terus bak rambatan akar-akar beringin yang melilit pada pohon yang ditumpanginya, dipastikan pohon itu akan mati. "jika seperti ini terus, maka negara tercinta yang telah diperjuangkan dengan segala tumpahan darah ini akan kembali terjajah oleh diri kita dan  pada endingnya negara kita ini akan hancur". Mengapa? Karena kita yang diharapkan menjadi penerus dalam mempertahankan jati diri bangsa ini ini telah menjadi dan berperan sebagai sosok  SIMBIOSIS PARASITISME.

Lantas siapa yang harus bertanggung jawab atas semua ini? 
Apakah sisitim pendidikannya?
Apakah penyandang gelar predikat?
Apakah penyandang gelar obyeknya?

Untuk menjawab semua ini, marilah kita menghindari pertanyaan siapa yang salah dan bertanggung jawab.!
  • Bagi yang sudah merasakan dan melakukan hal ini maka jangan biarkan generasi berikutnya melakukan hal-hal yang sama
  • Bagi yang sedang melakukan hal-hal- ini maka segeralah menjauhinya dan meninggalkannya.
  • Bagi yang belum dan akan melakukan maka hindarilah dan jangan pernah berkenalan dengannya
Nya ini, apasih....?
Adalah langkah dan cara meraih suatu tujuan dengan menggunakan langkah-langkah instan dengan melegalkan yang tidak legal, menghalalkan yang tidak halal.
Bila hal ini tetap kita laksanakan maka tunggulah kehancuran, dan kehancuran ini bukan hanya buat bangsa  dan negara ini secara umum, namun yang akan lebih dulu hancur adalah diri kita, inagatlah yang paling pertama akan hancur adalah diri kita yang melakukannya. 
Karena saya  yakin kalau di negara  tercinta ini masih ada sosok-sosok mulia yang  memiliki pemikiran-pemikiran mulia untuk menyelamatkan bangsa dan negara ini dari kukungan kebejatan kita.

Kita akan bangga bila gelar yang kita sandang adalah adalah hasil dari buih keringat kita dan teramat nikmat rasanya ketika kita menyantapnya dan membagikannya, walaupun tang kita bagikan hanyalah se-ayat.

***Semoga tulisan ini dapat dijadikan sebagai bahan renungan bagi kita semua***

Conten KARYA ILMIAH BOX
  • BERMASALAH DENGAN LAPORAN (PPL, KKN)

  • PUYENG KARENA PROPOSAL SKRIPSI GAGAL
  • STREES AKIBAT SKRIPSI DITOLAK
  • ARTIKEL MULTI SCIENCE
  • MULTI PROPOSAL

Yang didapat pada Blog ini diharapkan agar dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan, bukan dijadikan sebagai pengetahuan kita.

   KARYA ILMIAH BOX 
Dapat membantu dan dapat dijadikan sebagai wadah berbagi
UNTUK MENDAPATKAN FILE-FILE KARYA ILMIAH
SILAHKAN 


FILE-FILENYA
Sig in to http//karyaciptameet.com Google search

    LAPORAN ILMIAH

    meetblogilmiah
    Karya Ilmiah Box


    BERMASALAH DENGAN LAPORAN (PPL, KKN)
    Untuk mendapatkan file lengkapnya sig in to Karya Cipta Meet  google search
    Menyediakan file-file laporan Free download 


    Struktur penulisan laporan PPL terbaru


    DAFTAR ISI
    Sampul Dalam
    Nama Mahasiswa Praktikan
    Lembar Pengesahan
    Kata Pengantar
    Daftar Isi
    BAB I.      PENDAHULUAN
    A. Latar Belakang
    B. Pengertian PPL
    C. Tujuan PPL
    D. Sasaran PPL
    E. Tempat dan Waktu PPL
    BAB II.     PENGELOLAAN SEKOLAH
    A.     OBSERVASI
    a.       Pengertian Observas
    b.      Tujuan Observasi
    c.       Ruang Lingkup Observasi
    1.      Sejarah Berdirinya Sekolah
    2.      Keadaan Sarana dan Prasarana
    3.      Keadaan Guru dan pegawai
    4.      Keadaan Siswa
    5.      Perangkat Sekolah
    a.       Struktur Organisasi Sekolah
    b.      Kurikulum
    c.       Perangkat Administrasi
    6.      Media dan Alat Bantu Belajar
    B.     PERANGKAT AJAR
    1.                  Silabus
    2.                  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
    BAB III DATA EMPIRIK PPL
    A.     Rencana Kegiatan Praktek Mengajar
    B.     Tehnik Pelaksanaan
    C.     Pelaksanaan Kegiatan Praktek Mengajar
    1.                  Persiapan
    a.       Persiapan Umum
    b.      Persiapan Khusus (Administrasi)

    2.                  Pelaksanaan
    a.       Pertemuan Pelaksanaan
    b.      Rincian Pelaksanaa Praktek Mengajar di Kelas

    3.                  Evaluasi dan Data Nilai
    4.                 Analisis Nilai
    5.                Kesimpulan/ Hasil
    D.     Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat
    1.                  Faktor Pendukung
    2.                  Faktor Penghambat
    3.                  Kelemahan
    4.                  Peluang

    E.      Cara Mengatasi Masalah
    BAB IV PENUTUP
    A.     KESIMPULAN
    B.     SARAN-SARAN
    DAFTAR PUSTAKA
    LAMPIRAN-LAMPIRAN

       KARYA ILMIAH BOX
    Sig in Karya Cipta Meet 

    Dapat membantu dan dapat dijadikan sebagai wadah berbagi